Yuk Cari Tahu Alasan Pemilahan Sampah Begitu Penting

Setiap harinya produksi sampah tidak bisa dihindari, terutama yang dihasilkan oleh rumah tangga. Sampah-sampah yang menumpuk dapat menyebabkan penyakit, merusak ekosistem, bahkan mendatangkan bencana banjir. Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah mengurangi dan mengelola sampah dengan bijak. Hal inilah yang digalakkan pemerintah sejak tahun 2017, mengkampanyekan alasan pentingnya pemilahan sampah kepada masyarakat.

Alasan Kenapa Sampah Perlu Dikelola

Pengelolaan sampah perlu dilakukan, untuk meminimalkan resiko pencemaran dan kerusakan lingkungan. Terlebih lagi apabila mengingat di Indonesia banyak tempat pembuangan sampah yang belum layak. Sampah-sampah yang berakhir di TPA dibiarkan menimbun, tanpa ada upaya pembersihan. Akibatnya sumber penyakit berkumpul dan menyebar ke lingkungan sekitar. Hal tersebut tentunya merugikan masyarakat karena menghambat aktivitas harian.

Oleh karena itu, pemerintah menggalakkan program pengelolaan sampah untuk mengantisipasi dampak buruk. Pemerintah berupaya menggalakkan gerakan 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle, serta memilah sampah organik dan anorganik. Hal ini dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam, dengan melibatkan metode dan keterampilan khusus untuk masing-masing jenis zat. Dipisahkan antara zat padat, cair, gas, atau radioaktif guna dimanfaatkan dalam bentuk lain.

Praktik pengelolaan sampah berbeda antara daerah perkotaan dengan pedesaan, juga daerah perumahan dengan indsutri. Hal ini disesuaikan dengan jumlah dan jenis sampah yang akan dikelola. Ada dua langkah yang dilalui, pertama masyarakat membuang sampah ke TPS yang tersedia di pinggir jalan. Kedua, sampah dikumpulkan oleh petugas kebersihan kemudian dibawa ke TPS. Ada perbedaan dari keduanya, di langkah kedua para petugas kebersihan akan memilah sampah terlebih dulu.

Kenali Perbedaan Warna Tempat Sampah

Ada cara unik yang mulai dijalankan pemerintah, sebagai upaya untuk membiasakan diri memilah sampah. Pemerintah menyediakan tiga jenis tempat sampah, dengan warna berbeda berdasarkan fungsinya. Pertama hijau untuk sampah organik, sampah yang mudah terurai oleh alam. Sampah yang dipilah terdiri dari dedaunan, ranting pohon, dan sisa makanan. Nantinya sampah akan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk kompos.

Warna tempat sampah kedua adalah kuning, digunakan untuk sampah anorganik. Umumnya sampah seperti plastik, kaleng, sterofom, dan benda-benda yang sulit diuraikan oleh tanah. Plastik berpotensi merusak lingkungan karena baru dapat terurai di tanah selama ratusan tahun. Oleh karena itu, sampah anorganik diadakan program untuk mendaur ulang sampah dengan berbagai bentuk layak jual.

Ketiga tempat sampah berwarna merah, khusus menampung sampah B3. Jenis sampah yang ini tergolong bahan berbahaya dan beracun, seperti pecahan kimia, bahan-bahan kimia, dan lainnya. Dengan memilah sampah B3 sesuai kategorinya, diharapkan dapat meminimalisir risiko bahaya bagi masyarakat. Karena jika disepelekan akan merugikan daya dukung lingkungan, dan kesehatan tubuh bagi yang menghirup aromanya.

Daur Ulang Sampah yang Memiliki Nilai Jual

Cara pemilahan sampah dapat memanfaatkan metode mendaur ulangnya kembali. Bukan hanya mengurangi jumlah sampah yang dibuang, anda juga bisa mendapatkan uang dari produk daur ulang. Anda bisa mengolah sampah menjadi produk-produk kerajinan, yang memiliki nilai seni tinggi. Sehingga produk bisa diminati oleh pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri. Siapa yang menyangka sampah tidak berharga, ternyata mendatangkan rejeki untuk orang lain.

Pengelolaan pada sampah merupakan bagian terpenting untuk menjaga lingkungan. Individu dilibatkan untuk memilah sampah, agar memiliki tanggung jawab sosial untuk merawat lingkungan. Dengan menjadi lebih proaktif dan terlibat dalam pemilahan, masyarakat akan lebih efisien untuk menggerakkan 3R. Selain itu dapat memunculkan daya kreatif untuk mendaur ulang sampah yang bernilai jual tinggi.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *