Yuk Pahami Resiko Keamanan Naik Pesawat Saat Hamil

Pada umumnya terbang saat hamil itu tidak masalah, namun peringatan diberikan untuk menghindari resiko yang membahayakan kehamilan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan si ibu sebelum naik pesawat, hal ini untuk menjaga kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Namun ada beberapa yang menganggap ini sebagai angin lalu, kalau ingin liburan tinggal berangkat saja tidak memikirkan resikonya. Lalu apakah aman naik pesawat saat hamil ? Yuk simak ulasannya.

Resiko Terbang bagi Kehamilan

Ibu hamil dianggap memiliki resiko yang tinggi saat pesawat mengalami gangguan ringan. Resiko yang paling parah adalah terjadinya keguguran. Gangguan yang umum terjadi berupa kram dan pembengkakan pada mata kaki. Hal ini bisa terjadi selama melakukan penerbangan diatas 3-5 jam. Gangguan yang lebih serius ialah berupa pembekuan darah atau dalam istilah kedokteran disebut blood clots/thrombosis. Bagian belakang kaki akan mengalami pembengkakak, nyeri dan kemerahan.

Ada cara untuk mencegah terjadinya resiko yaitu kenakan compression stocking atau berdiri sebentar. Stocking yang dikenakan terbuat dari bahan khusus untuk dipakai selama penerbangan. Barang ini dapat dibeli di apotek terdekat, ibu bisa menggunakannya mulai bangun pagi sebelum terbang hingga sampai di tujuan. Cara lainnya cukup berdiri selama 4-5 menit dari kursi dan melakukan stretching sederhana. Hal ini dapat mengurangi resiko kram pada kaki dan memperlancar peredaran darah.

Kapan Waktu yang Baik untuk Terbang

Ibu hamil dikatakan aman untuk melakukan penerbangan saat usia kehamilan 14 hingga 27 minggu. Karena pada usia ini si ibu sudah melewati masa-masa mual, dan fisik dirasa sudah lebih kuat. Kondisi psikis ibu juga lebih baik dan mulai nyaman dengan kembali dengan kehamilan. Selain itu kandungan juga lebih kuat sehingga meminimalisir terjadi resiko keguguran, atau kelahiran bayi prematur.

Apabila usia kandungan masih berada di trisemester pertama disarankan untuk tidak pergi naik pesawat. Karena saat hamil muda si ibu masih mengalami mual dan mudah lelah, kondisi ini akan mengganggu perjalanan liburan anda. Disisi lain pada masa awal kehamilan masih beresiko mengalami keguguran mendadak. Namun jika ada kepentingan mendesak dan mengharuskan diri naik pesawat, sebaiknya anda konsultasikan dulu ke dokter kandungan.

Hindari pula terbang saat kandungan berusia diatas 36 minggu, atau menginjak masa melahirkan. Karena beban tubuh mulai terasa berat, apalagi jika mengandung bayi kembar. Ibu akan mengalami kelelahan secara fisik dan membuat perjalanan semakin tidak nyaman. Selain itu gangguan di dalam pesawat cukup mengganggu bayi, hal ini beresiko saat bayi sudah lahir. Tidak sedikit bayi yang lahir dengan kekurangan fisik, jadi sebelum terjadi sebaiknya ditahan untuk tidak melakukan penerbangan.

Apabila anda diharuskan naik pesawat saat hamil karena kondisi mendesak, maka jauh-jauh hari mulai cek info seputar rumah sakit atau pertolongan medis di tempat tujuan. Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk pada kandungan. Selain itu anda juga bisa cek fasilitas dan ketentuan maskapai, ini dilakukan sebelum anda membeli tiket. Jika berpergian keluar negeri yang mengharuskan vaksinisasi, pastikan vaksin yang disuntikkan aman untuk ibu hamil.

Masa kehamilan tidak menghambat ibu untuk melakukan perjalanan dengan pesawat. Namun tidak ada salahnya mencegah hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Sebelum berangkat pastikan usia kehamilan hitungannya benar, karena beberapa maskapai memiliki ketentuan sendiri untuk ibu hamil. Konsultasikan perihal ini ke dokter kandungan dan minta saran yang baik untuk menjaga kesehatan bayi dan ibu. Perbanyak minum air putih untuk mengurangi ketegangan.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *